Warisan Budaya di Indonesia


Warisan Budaya di Indonesia

Indonesia adalah negara yang memiliki banyak tempat bersejarah baik yang diakui secara nasional maupun internasional. Apa saja tempat bersejarah di Indonesia yang diakui secara internasional? Berikut ulasannya.

1.       Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah

Sebagai candi peninggalan umat Budha terbesar di dunia, Candi Borobudur masuk ke dalam daftar warisan dunia pada tahun 1991. Candi ini sangat ramai dengan pengunjung baik wisatawan dalam maupun luar negeri terutama pada hari raya Waisak (peringatan hari suci umat Budha).

2.       Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur

Memiliki luas 1.817 kilometer persegi, Taman Nasional Komodo meliputi beberapa pulau (Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, dan 26 pulau lainnya). Didirikan pada tahun 1980, selain sebagai taman konservasi pelestarian Komodo, taman nasional ini juga jadi salah satu tujuan wisata paling populer untuk melihat komodo dari dekat. Nikmati berbagai tempat wisata keren lainnya seperti Pulau Padar, Pantai Pink dan masih banyak lainnya.

3.       Candi Prambanan, Yogyakarta

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Dibangun pada abad ke-9, candi ini dipersembahkan untuk tiga dewa utama (Trimurti) dalam agama Hindu yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa. Sampai saat ini Candi Prambanan masih sering digunakan dalam upacara keagamaan umat Hindu.

4.       Taman Nasional Ujung Kulon, Banten

Sebagai yang pertama untuk diresmikan di Indonesia, taman nasional seluas 122.956 Hektar ini  mencakup Gunung Krakatau, Pulau Panaitan, dan Pulau Peucang di Selat Sunda. Taman Ujung Kulon juga sebagai tempat pelestarian badak, Owa Jawa, Macan Tutul Jawa, Banteng dan Lutung Budeng. Setelah ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia pada tahun 1991 taman nasional ini dinobatkan sebagai Taman Warisan ASEAN pada tahun 2005.

5.       Situs Manusia Purba Sangiran, Sragen Jawa Tengah

Ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1883, Sangiran menjadi tempat asal ditemukannya berbagai fosil manusia purba, seperti Meganthropus, Pithecanthropus Erectus dan Homo Erectus yang juga dikenal dengan nama Manusia Jawa. Terletak sekitar 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo, kawasan seluas 56 kilometer persegi ini dipilih oleh UNESCO menjadi Situs Warisan Dunia pada 1996.

6.       Hutan hujan tropis Sumatera

Mempunyai luas wilayah sekitar 2,5 juta hektar, hutan hujan tropis Sumatera terdiri dari 3 taman nasional. Kawasan hutan ini mencakup Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Sebagai hutan lindung, terdapat beberapa spesies yang hampir punah di Kawasan hutan ini, diantaranya adalah harimau Sumatera, Orangutan Sumatera, Gajah Sumatera, dan Badak Sumatera. Hutan ini juga menyimpan berbagai jenis tumbuhan endemik seperti kantong semar, Rafflesia Arnoldi, dan Amorphophallus titanum.

7.       Taman Nasional Lorentz, Papua

Memiliki luas 2,35 juta hektar, Taman Nasional Lorentz merupakan area konservasi terluas di Asia Tenggara ( sampai saat ini masih banyak daerah yang belum dipetakan). Taman nasional ini juga adalah salah satu dari tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis. Gunung Cartenz dengan Puncak Jaya yang merupakan gunung tertinggi ke-9 di dunia juga terletak di Kawasan taman nasional ini.

8.       Subak, Bali

Pada tahun 2012 UNESCO mengakui Subak, yang mempunyai sistem irigasi baik sebagai Situs Warisan Dunia. Selain itu, Subak juga menampilkan pemandangan sawah terasering yang sangat mempesona dipenuhi dengan keragaman adat dan budaya khas Bali. Untuk menghormati Dewi Sri (Dewi yang bertugas memberikan berkah dan perlindungan pada hasil panen padi) dibangun juga pura yang dinamakan Pura Ulun Carik atau Pura Bedugul yang juga menjadi salah satu dari daya tarik Kawasan ini.

Tentukan pilihan kalian dan dapatkan pengalaman berlibur dengan tema bersejarah yang pastinya akan sarat dengan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Aplikasi Gaet Lokal saat ini masih dalam tahap pengembangan dan uji coba. Untuk menjadi yang pertama dalam mengikuti perkembangannya, silakan ikuti Gaet Lokal di Instagram, Facebook dan YouTube. Kami juga membuka pre-registration bagi yang sudah tidak sabar untuk menjadi Gaet dan mulai belajar mendapatkan penghasilan sembari mempromosikan pariwisata kota kalian.